INFO LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM

Sabtu, 19 November 2011

Perubahan Sosial Dan Pendidikan Islam

Perubahan sosial adalah keniscayaan sebagai bagian dari sunnatullah. karenanya, perubahan sosial  terus dan pasti terjadi dalam berbagai dimensi kehidupan, baik pada skala lokal, nasional, regional, dan internasional. Pada gilirannya, perubahan ini turut mempengaruhi pendidikan Islam, baik pengaruh itu bersifat langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, pendidikan Islam perlu merespons agar kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pendidikan Islam terpenuhi. Jika itu tidak dilakukan oleh para pakar dan penentu kebijakan bidang pendidikan di negeri ini, kepercayaan masyarakat (public trust), termasuk pengguna (user) terhadap pelaksanaan pendidikan Islam semakin menyusut. 
Sebagai pakar dan Futurolog pendidikan, Malik Fadjar memiliki pemikiran-pemikiran yang responsif terhadap perubahan sosial masyarakat. Pemikiran pendidikan Islam Malik Fadjar bersifat antisipatif-akomodatif. Artinya, pemikiran pendidikan Islam Malik Fadjar mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di masa depan dan menerima perubahan-perubahan yang bersumber dari luar secara selektif.
Demikian hasil temuan riset Mantan Guru Madrasah Diniyah Budi Mulia II Yogyakarta, Ruslan yang dipaparkan di depan Tim Penguji Program Pascasarjana (PPs) UIN Sunan Kalijaga saat menempuh ujian promosi doktor, Senin (14/11/2011). Karya riset ini dirangkum Ruslan menjadi karya disertasi berjudul Pendidikan Islam dan Perubahan Sosial (Studi Pemikiran A Malik Fadjar). Mengutip hasil riset tersebut, Ruslan menyebutkan, pendidikan Islam yang dapat mengantisipasi perubahan adalah yang berorientasi masa depan (future oriented), dengan menjadikan problem-problem kekinian sebagai telaah untuk menganalisis perubahan di masa mendatang. Perubahan-perubahan 5-10 tahun ke depan tidak lepas dari perhatian pemikiran Malik Fadjar.
Dalam pemikirannya, Malik Fadjar juga memperhatikan keterkaitan antara pendidikan Islam dan konsepsi umat terbaik (khaira ummah), yakni peningkatan kesadaran, berwawasan luas dan beretos kerja tinggi. Pengembangan SDM dalam lingkup pendidikan Islam harus melahirkan peserta didik yang unggul dalam berkompetisi di tengah percaturan global. Terkait dengan dunia kerja, pendidikan Islam, sebagai agent of social change, output pendidikan Islam tidak saja siap mengisi lapangan pekerjaan dengan keterampilan yang dimiliki, tetapi diharapkan mampu aktif dan kreatif menciptakan lapangan pekerjaan bagi angkatan kerja yang lain. (Asa)-c

Tidak ada komentar:

Posting Komentar