PESANTREN, MADRASAH, DAN SEKOLAH

PENJELAJAHAN RECITAL, INTELEKTUAL, DAN SPIRITUAL TAK BERTEPI

Home | Sastra Muslim | Dunia Islam | Studi al-Qur'an | Semiotika | Cross Cultural Understanding

Jumat, 04 Februari 2011

PESANTREN MEMILIKI KEUNGGULAN, KOK TIDAK HEBAT?

          Sebuah pertanyaan menggelitik terlontar dari benak, "Pesantren memiliki sejumlah keuggulan. Tetapi kok tidak hebat?". Keunggulan dimaksud, setidaknya, menyangkut hal-hal berikut.
  1. Pertama, Pesantren dimaksudkan sebagai wadah pembinaan dan pencetak santri/santriwati yang berkarakter baik berdasarkan nilai-nilai keislaman atau berakhlakul karimah. Dengan kata lain, Pesantren berusaha mewujudkan manusia unggul dari segi karakter dan kepribadian, seperti karakter shiddiq (jujur), amanah (terpercaya), tabligh (menyampaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya), dan fathanah (cerdas).  
  2. Kedua, pesantren mengajarkan dan mendidikkan berbagai pengetahuan yang harus dikuasai oleh para santrinya. Sebagian pesantren memberikan penekanan pada pengajian ilmu-ilmu "agama" yang bersumber dari teks-teks atau ayat-ayat qauliyyah, dan sebagian pesantren, kini, telah memberi penekanan lainnya, yakni melakukan pengkajian pada ayat-ayat kawniyyah. Dalam dimensi ini, pesantren berusaha membimbing dan mencetak sumber daya manusia yang memiliki keunggulan fikir (penguasaan ilmu dan pengetahuan). 
  3. Ketiga, pesantren membimbing dan membina para santrinya dengan sikap kemandirian [tidak terlalu banyak bergantung pada bantuan orang] dan kreatif [enterpreneur].  Umumnya, pesantren mandiri dan dibiayai secara berdikari, tidak terlalu mengandalkan pemberian eksternal.
  4. Keempat, pesantren membina dan mendidikkan kesederhanaan, peduli pada sesama, dan peduli pada alam.
  5. Kelima, pesantren mendidikkan dan mempraktekkan kurikulum berbasis kompetensi atau in service training.
      Setidaknya, kelima hal di atas ada di dalam pendidikan pesantren. Kelima unsur itu juga merupakan isi dari sistem pendidikan yang dibuat oleh pemerintah. Jika kelima unsur sistem pendidikan tersebut ada dalam sistem pendidikan pesantren, pertanyaannya, "kenapa pesantren tidak "dianggap" memiliki sistem yang sempurna?

To be continued

Cileunyi-Bandung, 05 Februari 2011

Dadan Rusmana
Diposting oleh Dadan Rusmana di 15.17 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Pesantren

Minggu, 23 Januari 2011

PENDIDIKAN ISLAM: PUSARAN KESADARAN DAN PEMBEBASAN

       Sayyid Quthb dan Mohammad Arkoun berpandangan yang sama bahwa salah satu titik pusaran pendidikan Islam adalah pembangunan kesadaran dan pembebasan manusia dari berbagai belenggu yang menghambat kemajuan manusia untuk bertauhid, berkehidupan yang layak, memiliki kehidupan yang "bebas", dan berbahagia. Pendidikan Islam haruslah mampu menyentuh aspek kesadaran manusia, yakni 1) manusia menyadari bahwa dirinya memiliki kesadaran (karena ia bukan mesin atau hewan), 2) manusia memiliki sisi spiritualitas atau sisi ilahiyyah, yang memungkinkannya, jika dimaksimalkan, ia akan memiliki sifat-sifat Ilahiyyah, karenanya hadits nabi memberikan preferensi dengan "takhallaqu bi akhlaq Allah", 2) menyadari posisi dirinya dengan Allah, yakni sebagai 'Abd Allah, serta menyadari posisi tripartit (antara dirinya-Allah-alam semesta), yakni sebagai khalifat Allah, khalifat al-ard, dan Musta'mir al-Ard.   
        Selanjutnya, pendidikan dalam Islam bertujuan untuk membebaskan manusia dari kebergantungannya terhadap selain Allah dan membebaskannya dari penindasan, perbudakan, kemiskinan, dan kebodohan. dari Keduanya menyatakan bahwa kebebasan merupakan "data" khas Islam, karena Islam adalah agama yang bertujuan untuk membebaskan manusia berbagai belenggu yang menghimpit manusia dan kemanusiaan. Jika hal ini disepakati maka pendidikan dalam Islam haruslah mampu menjadi sarana transformasi nilai-nilai yang mampu memberikan kesadaran mengenai "pembebasan" dalam koridor Ilahi dan mampu menghasilkan manusia-manusia pembebas.
     Ali Abd al-Wahid Wafi dalam bukunya Al-Hurriyyah Fi al-Islam menyatakan bahwa Islam memberikan penekanan mengenai kebebasan yang menjadi hak asasi manusia di bawah koridor nilai-nilai Ilahiyah. Menurutnya, kebebesan tersebut terkait dengan empat hal, yaitu 1) Al-Hurriyyah al-Madaniyah (kebebasan berbudaya dan berperadaban); 2) Al-Hurriyyah al-Diniyyah (kebebasan beragama); 3) Al-Hurriyyah  fi Tafkir wa Ta'bir (kebebasan berpikir dan berpendapat), dan 4) Al-Hurriyyah al-Siyasiyyah (kebebasan untuk berpolitik). to be continued
Diposting oleh Dadan Rusmana di 17.27 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Pendidikan Islam

Kamis, 13 Januari 2011

Sekolah Islam Perancis Terancam Gulung Tikar

Sekolah Islam tertua sekaligus tersukses di Perancis, Islam Reussite, terancam gulung tikar karena problem finasial, sementara pemerintah menolak untuk memberikan hibah yang sama sebagaimana yang diterima oleh sekolah berbasis agama lainnya. "Kami mengalami kebangkrutan karena hutang-hutang kami," papar Yvonne Fazilleau, kepala Sekolah Islam Reussite (Ibn Rushd) kepada Guardian (26/5/2009). Sekolah tersebut terlilit hutang sebesar € 300.000 dan berada di ambang kebangkrutan."Pekan lalu akuntan kami berkata, 'kita tak ada uang lagi.'" Fazzileau mengatakan bahwa sekolah tersebut sejak tahun kemarin dikelola melalui hasil amal. "Satu-satunya jalan bangi kami adalah keluar dan memohon bantuan."
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Dadan Rusmana di 17.02 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Pendidikan Islam di Amerika dan Eropa

Kamis, 30 Desember 2010

Paham Inggris dan Amerika Menyusup di Kurikulum Madrasah di Bangladesh


REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Pemerintah Inggris dan Amerika Serikat melancarkan operasi rahasia untuk memengaruhi kurikulum puluhan ribu madrasah di Bangladesh. Ini mereka lakukan sebagai bagian dari strategi antiterorisme di Asia Selatan. Demikian terungkap dari kawat diplomatik Kedubes AS yang dibocorkan WikiLeaks, Selasa (21/12/2010), seperti dikutip dari Guardian. Dalam dokumen itu terungkap, Departemen Pembangunan Internasional Inggris (DFID) bekerja sama dengan AS untuk mengubah kurikulum madrasah di Bangladesh.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Dadan Rusmana di 19.05 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Madrasah di Asia Selatan

Rabu, 29 Desember 2010

Indeks Pembangunan Manusia Indonesia 2010 Jauh di Bawah Malaysia


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Peringkat Indeks Pembangunan manusia (IPM) Indonesia pada 2010 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu. Berdasarkan penilaian The United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia menduduki peringkat 108 naik 3 peringkat dari sebelumnya 111 pada 2009. Meski mengalami kenaikan sayangnya Indonesia masih jauh berada dibawah Malasyia yang menduduki peringkat 57. Direktor Human Development Report Office Jeni Klugman mengatakan dari sisi peringkat Indonesia mengalami perbaikan. Bahkan Indonesia menduduki peringkat 10 besar sebagai negara yang mengalami perubahan tertinggi dalam IPM sejak 1970 sampai dengan 2010 (empat dekade). "Indonesia menduduki peringkat keempat dari 10 negara dengan rangking tertinggi," ujarnya ketika berbincang dengan Republika, Jumat (10/12/2010).
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Dadan Rusmana di 14.01 1 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Indeks Pembangunan Indonesia

Rabu, 15 Desember 2010

Pesantren Dimanfaatkan Teroris Sudutkan Islam

          Tidak dapat dipungkiri bahwa para pelaku teror (terorist) di Indonesia adalah muslim. Dari sekian rentetan teror bom di Indonesia, hampir semua diidentikkan dengan orang muslim. Tentu saja, hal ini bukan berarti bahwa sikap mereka mewakili seluruh umat Islam Indonesia, jalan yang mereka ambil hanyalah mewakili kelompokl mereka, yang merupakan kelompok minoritas dalam tubuh umat Islam.  Entah kebetulan atau pun tidak, mereka juga terkait dengan lembaga-lembaga pendidikan Islam, karena beberapa pelakunya adalah jebolan dari pesantren atau madrasah. Lantas dengan demikian apakah pesantren atau  madrasah dapat diidentikkan sebagai pencetak "teroris"? tentunya jawabannya adalah "tidak!".
 -----
BENGKULU--Pondok pesantren dinilai hanya dimanfaatkan teroris untuk menyudutkan Islam dengan merekrut mantan santri atau mereka yang pernah terdaftar di pesantren. "Padahal orang yang direkrut menjadi pelaku bom bunuh diri cuma satu tahun atau hanya beberapa bulan mondok di pesantren," kata Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien Bengkulu, KH Muntaqim Ahmed di Bengkulu, Senin. Dikatakan, melihat kondisi di lapangan, sepertinya mantan-mantan santri yang masih dangkal ilmu agamanya ini diincar untuk dijadikan teroris atau bisa jadi mereka memang disuruh mondok beberapa saat lalu kemudian melakukan bom bunuh diri.
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Dadan Rusmana di 14.44 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Pesantren, Pesantren dan Radikalisme

Minggu, 21 November 2010

Pengelolaan Pendidikan Islam di Indonesia Belum Maksimal

Minat Masyarakat Terhadap Pendidikan Islam Meningkat

JAKARTA--Pengamat pendidikan, Imam Suprayogo, menyatakan minat masyarakat atas pendidikan Islam terus meningkat. Alasannya, banyak orang tua menginginkan anaknya tidak hanya memiliki pengetahuan umum, tapi juga agama. Dengan begitu anak diharapkan menjadi manusia intelektual dan berakhlak. ‘’Iya, saat ini terjadi peningkatan minat masyarakat untuk memberikan pendidikan Islam bagi anak mereka baik di pesantren maupun lembaga pendidikan Islam,’’ kata Rektor Univesritas Islam Negeri Malang ini kepada Republika usai menghadiri semiloka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) tentang peta pendidikan Islam di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Jakarta, Rabu, (28/4/2010).
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Dadan Rusmana di 13.07 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Islam
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

PROFIL

  • Dadan Rusmana
  • Unknown

Terjemahkan Blog Ini

Raga Berjarak, Hati Tetap Bersatu. Selamat Berbagi dan bersaudara Fillah
DAFTAR ISI

PENDIDIKAN ISLAM

  • Kebijakan Tentang Pendidikan (4)
  • Kurikulum Pendidikan Islam (2)
  • Manajemen Pendidikan Islam (3)
  • Pendidikan Islam (18)
  • Pendidikan Islam dan Radikalisme (1)
  • Pendidikan Islam di Amerika dan Eropa (6)
  • Pendidikan Karakter (1)
  • Standar Nasional Pendidikan (2)
  • Tokoh Pendidikan Islam Indonesia (3)

PESANTREN

  • Kebijakan Tentang Pesantren (2)
  • Pesantren (27)
  • Pesantren dan Radikalisme (6)
  • Titian Muhibah Dunia Pesantren (3)
  • kurikulum Pesantren (6)

MADRASAH

  • Kebijakan Tentang Madrasah (7)
  • Madrasah (17)
  • Madrasah Aliyah (3)
  • Madrasah Bertaraf Internasional (1)
  • Madrasah Ibtidaiyah (1)
  • Madrasah Tsanawiyah (1)
  • Madrasah di Asia Selatan (1)

SEKOLAH

  • Sekolah (5)

Tema Lainnya

  • Indeks Pembangunan Indonesia (2)
  • Kelamahan Pendidikan di Indonesia (1)
  • Niat mencari ilmu (1)
  • Perguruan Tinggi (5)
  • Profesionalisme Guru (1)
  • UN (1)

Entri Populer

  • Sorogan dan Bandungan: Sistem Klasik Pendidikan di Pesantren
  • Beberapa Kelemahan Dunia Pendidikan di Indonesia
  • Pendidikan Islam di Eropa: Jerman
  • MADRASAH DI INDONESIA: SEKOLAH TERBAIK
  • Beberapa Cara Salah Mendidik Anak
  • Indeks Pembangunan Manusia Indonesia: Masih Tetap di Jajaran Bawah

ARSIP TULISAN

  • ▼  2014 (8)
    • ▼  Februari (3)
      • ▼  Feb 13 (1)
        • MAN INSAN CENDEKIA GORONTALO
      • ►  Feb 11 (2)
    • ►  Januari (5)
      • ►  Jan 18 (5)
  • ►  2013 (6)
    • ►  November (3)
      • ►  Nov 27 (1)
      • ►  Nov 19 (1)
      • ►  Nov 13 (1)
    • ►  Oktober (1)
      • ►  Okt 26 (1)
    • ►  Agustus (2)
      • ►  Agu 27 (1)
      • ►  Agu 22 (1)
  • ►  2012 (7)
    • ►  Juni (1)
      • ►  Jun 06 (1)
    • ►  Mei (1)
      • ►  Mei 30 (1)
    • ►  Februari (1)
      • ►  Feb 01 (1)
    • ►  Januari (4)
      • ►  Jan 22 (4)
  • ►  2011 (55)
    • ►  Desember (7)
      • ►  Des 20 (2)
      • ►  Des 14 (1)
      • ►  Des 13 (1)
      • ►  Des 07 (2)
      • ►  Des 02 (1)
    • ►  November (16)
      • ►  Nov 30 (1)
      • ►  Nov 28 (3)
      • ►  Nov 26 (3)
      • ►  Nov 25 (1)
      • ►  Nov 22 (3)
      • ►  Nov 20 (2)
      • ►  Nov 19 (1)
      • ►  Nov 10 (1)
      • ►  Nov 08 (1)
    • ►  Oktober (10)
      • ►  Okt 30 (1)
      • ►  Okt 28 (2)
      • ►  Okt 27 (2)
      • ►  Okt 23 (3)
      • ►  Okt 15 (1)
      • ►  Okt 01 (1)
    • ►  September (1)
      • ►  Sep 29 (1)
    • ►  Agustus (1)
      • ►  Agu 03 (1)
    • ►  Juli (4)
      • ►  Jul 31 (1)
      • ►  Jul 18 (1)
      • ►  Jul 14 (1)
      • ►  Jul 07 (1)
    • ►  Juni (4)
      • ►  Jun 17 (1)
      • ►  Jun 16 (1)
      • ►  Jun 08 (1)
      • ►  Jun 02 (1)
    • ►  Mei (4)
      • ►  Mei 23 (1)
      • ►  Mei 21 (1)
      • ►  Mei 20 (1)
      • ►  Mei 16 (1)
    • ►  April (3)
      • ►  Apr 25 (1)
      • ►  Apr 23 (1)
      • ►  Apr 22 (1)
    • ►  Maret (1)
      • ►  Mar 01 (1)
    • ►  Februari (2)
      • ►  Feb 07 (1)
      • ►  Feb 04 (1)
    • ►  Januari (2)
      • ►  Jan 23 (1)
      • ►  Jan 13 (1)
  • ►  2010 (16)
    • ►  Desember (3)
      • ►  Des 30 (1)
      • ►  Des 29 (1)
      • ►  Des 15 (1)
    • ►  November (4)
      • ►  Nov 21 (1)
      • ►  Nov 16 (1)
      • ►  Nov 08 (1)
      • ►  Nov 05 (1)
    • ►  Oktober (7)
      • ►  Okt 30 (1)
      • ►  Okt 29 (1)
      • ►  Okt 28 (1)
      • ►  Okt 24 (1)
      • ►  Okt 22 (1)
      • ►  Okt 14 (2)
    • ►  September (2)
      • ►  Sep 30 (1)
      • ►  Sep 29 (1)

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Daftar Blog

  • Critical Muslims
    Syrian Muslim intellectual and critic Muhammad Shahrur (Shahrour) (1938-2019)
  • EKSOTISME DUNIA ISLAM
    Islam Jadi Agama Terbesar Kedua di 20 Negara Bagian AS
  • SASTRA MUSLIM
    HARI YANG DIJANJIKAN: NAJIB KAILANI
  • STUDI AL-QUR'AN
    Keseimbangan Angka-angka Dalam Al Qur’an
  • SEMIOTIKA

Tulisan dan Karya Terbaru tentang Pesantren dan Madrasah

  • Manajemen Pesantren_ A. Halim dkk (Ed)
  • Masa Depan Pesantren_Dr. In'am Sulaiman, M.Pd

INFO LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM

  • INFO PESANTREN DI INDONESIA

Meniti Harapan

Meniti Harapan
dadanrusmana2011. Diberdayakan oleh Blogger.