REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pendidikan Islam di Indonesia belum digarap
secara maksimal. Padahal Indonesia memiliki potensi sumberdaya manusia
yang memadahi dan unggul dibandingkan negara lain. Menurut Direktur The
Islamic College Jakarta, Seyyed Ahmad Fazeli, hal ini menjadi tantangan
yang harus dipecahkan oleh praktisi pendidikan Muslim di Indonesia untuk
mengoptimalkan pendidikan Islam utamanya bagi kader-kader Muslim yang
berpotensi. ”Indonesia luas perlu dilakukan seleksi generasi muda
yang cerdas agar mutu pendidikan lebih maksimal,”kata dia dalam acara
seminar sehari dengan tema “Dinamika Pendidikan Islam di Indonesia”yang
digelar The Islamic College Jakarta, Jakarta, Rabu (29/9/2010).
Seyyed
menuturkan, para praktisi pendidikan Islam di Indonesia dituntut
menghadirkan teori pendidikan baru yang mengacu pada nilai luhur Islam.
Sebab, selama ini teori-teori pendidikan yang diterapkan masih
mengadopsi teori barat. Selain itu, bangsa Indonesia didorong
mencetak para peneliti dan ilmuwan yang tampil di kancah internasional.
Akan tetapi, upaya mewujudkan cita-cita tersebut tergantung pada
kemampuan berijtihad menghadirkan konsep pendidikan Islam yang integral
dan komprehensif.
Seyyed mengatakan, ruh pendidikan Islam
terletak pada penguatan tauhid. Pendidikan dalam Islam tak menitik
beratkan pada materi. Pendidikan dalam Islam diperuntukkan untuk meraih
tujuan terbaik berdasarkan tuntunan Rasulullah. Namun demikian,
tak kalah penting unsur mendasar dalam pendidikan adalah praktek dengan
melaksanakan hal terbaik tersebut.”Kelebihan Indonesia tinggal dibina
secara maksimal agar mencapai hasil terbaik,” kata dia.
Sumber:
- http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/10/09/30/137213-pendidikan-islam-di-indonesia-belum-digarap-maksimal; Kamis, 30 September 2010, 04:40 WIB