PENJELAJAHAN RECITAL, INTELEKTUAL, DAN SPIRITUAL TAK BERTEPI
Kamis, 28 Oktober 2010
Globalisasi: Tantangan Utama Pendidikan Islam Di Indonesia
Minggu, 24 Oktober 2010
Perlunya Mendefinisi Ulang Istilah Pesantren
Pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan yang cukup tua di Indonesia. Tentunya jika dibanding dengan sekolah dan madrasah, pesantren telah eksis terlebih dahulu, tetapi dibanding dengan Mandala (bentuk lembaga pendidikan pada masa kerajaan Hindu) atau surau dan dayah, maka pesantren merupakan salah satu bentuk adaptasi-akomodatif kaum muslim terhadap sistem pendidikan yang ada pada saat berlangsungnya proses Islamisasi di Nusantara. Pesantren, bisa jadi diambil dari kata pe-santri-an (tempat para santri tinggal dan belajar), yang hampir mirip dengan pe-cantrik-an (tempat para siswa "Hindu" [cantrik]) yang tinggal dan belajar agama pada tempat tertentu (terutama asrama). Selebihnya, istilah santri dan cantrik mempunyai kemiripan, yakni ditujukan siswa yang sedang mempelajari, mencari, dan menginternalisasi nilai-nilai kebaikan, yakni keyakinan terhadap Dzat Pencipta Alam, ibadah, dan aplikasi nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan keseharian. Dengan demikian, bisa jadi asumsi di atas benar, bahwa pesantren merupakan transformasi dari "pecantrikan" dalam sistem Mandala ke dalam sistem pendidikan Islam-Nusantara.
Jumat, 22 Oktober 2010
PESANTREN MASA DEPAN
Ditulis Oleh: Prof. Dr. Nur Syam, M.Si
Dewasa ini pesantren sudah dikembangkan tidak hanya untuk
upaya tafaqquh fiddin, akan tetapi juga mengarahkan misinya pada pengembangan
kualitas santri untuk kemampuan diri dalam menghadapi dunia riil
kehidupan yang lebih luas. Jika di masa lalu, orang mengirimkan anaknya
ke pesantren hanya untuk kepentingan memperoleh pengetahuan agama atau tafaqquh
fiddin, akan tetapi sekarang juga ada harapan baru agar anaknya juga memperoleh
ilmu pengetahuan umum. Itulah sebabnya pesantren dengan kyainya lalu mengantisipasinya
dengan membuka multi program, Ilmu agama, Ilmu umum dan praksisnya . Makanya,
banyak kyai yang sudah melakukan pembaharuan system pendidikan di dunia
pesantren.
Kamis, 14 Oktober 2010
Perguruan Tinggi Islam: Mimpi Dua Intelektual Muslim Amerika
Imam Zaid Shakir dan Syekh Hamzah Yusuf tak pernah lelah untuk berjuang demi mewujudkan sebuah impian: mendirikan perguruan tinggi Islam yang terakreditasi di Amerika Serikat (AS). Perjuangan yang dilakukan keduanya selama bertahun-tahun, tak lama lagi akan segera terwujud. Kedua intelektual Muslim di California, AS, itu berupaya untuk menghadirkan perguruan tinggi Islam yang mampu mendidik generasi muda Muslim menjadi pemimpin yang memegang teguh nilai agamanya dalam suasana kehidupan Amerika. ''Sebagai sebuah komunitas agama, kebutuhan kami tak jauh berbeda dengan komunitas agama lain,'' tutur Shakir, seorang warga AS asli yang telah lama memeluk Islam.
KH Kholil Ridwan: 'Ada Ketidakadilan terhadap Pesantren'
Begitu bom meledak di Bali Oktober 2005, yang disusul dengan munculnya video rekaman para aksi bom bunuh diri yang
mengaku sengaja melakukannya atas nama 'jihad'. Tiba-tiba saja dunia pesantren
menjadi tersandera. Aneka wacana bermunculan dalam kaitan pengawasan pesantren.
Dan gongnya, adalah perlunya pengambilan sidik jari bagi semua siswa pesantren.
''Kalau saya kasih komentar, ini artinya ada ketidakadilan publik terhadap
pesantren. Kenapa misalnya, para alumni Universitas Indonesia (UI) yang menjadi
koruptor, sebut misalnya, Ketua KPU Nazaruddin Syamsuddin, ditahan karena
dianggap korupsi, tapi kok UI tidak dikatakan sebagai sarang koruptor,'' ujar
Ketua Majlis Pimpinan Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI), KH
Kholil Ridwan. Padahal, kata dia, pesantren termasuk ikut melahirkan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berperan besar terhadap kehiduban bangsa
Indonesia.
Kamis, 30 September 2010
Pendidikan Islam di Indonesia Belum Digarap Maksimal
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pendidikan Islam di Indonesia belum digarap
secara maksimal. Padahal Indonesia memiliki potensi sumberdaya manusia
yang memadahi dan unggul dibandingkan negara lain. Menurut Direktur The
Islamic College Jakarta, Seyyed Ahmad Fazeli, hal ini menjadi tantangan
yang harus dipecahkan oleh praktisi pendidikan Muslim di Indonesia untuk
mengoptimalkan pendidikan Islam utamanya bagi kader-kader Muslim yang
berpotensi. ”Indonesia luas perlu dilakukan seleksi generasi muda
yang cerdas agar mutu pendidikan lebih maksimal,”kata dia dalam acara
seminar sehari dengan tema “Dinamika Pendidikan Islam di Indonesia”yang
digelar The Islamic College Jakarta, Jakarta, Rabu (29/9/2010).
Seyyed menuturkan, para praktisi pendidikan Islam di Indonesia dituntut menghadirkan teori pendidikan baru yang mengacu pada nilai luhur Islam. Sebab, selama ini teori-teori pendidikan yang diterapkan masih mengadopsi teori barat. Selain itu, bangsa Indonesia didorong mencetak para peneliti dan ilmuwan yang tampil di kancah internasional. Akan tetapi, upaya mewujudkan cita-cita tersebut tergantung pada kemampuan berijtihad menghadirkan konsep pendidikan Islam yang integral dan komprehensif.
Seyyed mengatakan, ruh pendidikan Islam terletak pada penguatan tauhid. Pendidikan dalam Islam tak menitik beratkan pada materi. Pendidikan dalam Islam diperuntukkan untuk meraih tujuan terbaik berdasarkan tuntunan Rasulullah. Namun demikian, tak kalah penting unsur mendasar dalam pendidikan adalah praktek dengan melaksanakan hal terbaik tersebut.”Kelebihan Indonesia tinggal dibina secara maksimal agar mencapai hasil terbaik,” kata dia.
Seyyed menuturkan, para praktisi pendidikan Islam di Indonesia dituntut menghadirkan teori pendidikan baru yang mengacu pada nilai luhur Islam. Sebab, selama ini teori-teori pendidikan yang diterapkan masih mengadopsi teori barat. Selain itu, bangsa Indonesia didorong mencetak para peneliti dan ilmuwan yang tampil di kancah internasional. Akan tetapi, upaya mewujudkan cita-cita tersebut tergantung pada kemampuan berijtihad menghadirkan konsep pendidikan Islam yang integral dan komprehensif.
Seyyed mengatakan, ruh pendidikan Islam terletak pada penguatan tauhid. Pendidikan dalam Islam tak menitik beratkan pada materi. Pendidikan dalam Islam diperuntukkan untuk meraih tujuan terbaik berdasarkan tuntunan Rasulullah. Namun demikian, tak kalah penting unsur mendasar dalam pendidikan adalah praktek dengan melaksanakan hal terbaik tersebut.”Kelebihan Indonesia tinggal dibina secara maksimal agar mencapai hasil terbaik,” kata dia.
Sumber:
- http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/10/09/30/137213-pendidikan-islam-di-indonesia-belum-digarap-maksimal; Kamis, 30 September 2010, 04:40 WIB
Rabu, 29 September 2010
Pendidikan Islam Berkualitas tak Merata
JAKARTA-–Mantan Menteri Pendidikan
Nasional Yahya Muhaimin menyatakan, cukup banyak lembaga pendidikan memiliki
kualitas cukup tinggi dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan umum. Namun,
masih banyak juga lembaga pendidikan dengan kualitas biasa. ‘’Memang ada
lembaga pendidikan Islam yang bagus, tapi secara umum kualitas lembaga
pendidikan Islam di Indonesia tidak merata,’’ katanya kepada Republika usai
menghadiri semiloka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) tentang peta pendidikan
Islam di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabu, (28/4/2010).
Langganan:
Postingan (Atom)